Pameran Seni Rupa “Kriya Art Award 2014” HMJ jurusan Kriya FSR ISI Yogyakarta

Pertengahan bulan Februari, tepatnya Rabu, 12 Februari 2014, mahasiswa Kriya FSR ISI Yogyakarta yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)Kriya mengadakan perhelatan kompetisi karya seni Kriya dalam lingkup civitas akademika mahasiswa Kriya FSR ISI Yogyakarta.

Adapun pembukaan pameran akan diadakan pada hari Rabu, 12 Februari 2014, pukul 19.00 WIB di Galeri Seni ISI Yogyakarta dan berlangsung hingga 19 Februari 2014.

Berikut cuplikan catatan penjurian kompetisi Kriya Art Award 2014.

“Sepintas kriya seolah-olah hanya berurusan dengan alat, bahan dan kecapakan tangan, sesungguhnya tidak, penciptaan karya kriya sudah pasti melibatkan ide penciptaan, sebagaimana seni lukis. Bicara mengenai ide penciptaan tidak lepas dengan kajian ilmu sosial-budaya. Asumsinya, suatu ide datang tidak dari ruang kosong, namun dari konteks sosial-budayanya. Dijurusan kriya pun wawasan sosial-budaya juga mendapat tekanan berarti. Perubahan wacana seni juga telah mengubah pandangan modernis yang dulu menganggap kriya hanya sebagai subordinat dari seni, atau oposisi binernya. Pada medio 90-an saat orang ramai membicarakan konteks tradisi dalam praktik seni kontemporer, insan kriya telah lama mempraktikkannya. Lihat pada karya-karya koleksi jurusan pada medio 90-an konteks tradisi sudah dipraktikkan oleh para pengajar Kriya dan mahasiswa pada dasawarsa itu. Hingga memasuki pasca 2000 ini, sejumlah alumni kriya kini telah diakui dalam peta seni rupa, dengan eksplorasi materialnya yang intensif. Beberapa nama itu kini bahkan menjadi garda depan seni rupa Indonesia dan Asia Tenggara, tidak saja pada wacana, tetapi juga harga karyanya.
Faktanya, mengapa masih sedikit alumnus kriya dalam peta seni rupa Indonesia? Mengapa banyak karya menarik namun sedikit diketahui? Mengapa perubahan menarik dalam diri kriya dan debutnya dalam seni rupa internasional masih sedikit diketahui oleh pewacana seni, masyarakat, bahkan tak jarang juga oleh insan akademik sendiri? Dari pengamatan yang kami lihat, salah satu masalahnya adalah pada minimnya acara dan ruang aktualisasi kriya, disamping persoalan verbal dan tulisan dari kreatornya. Kemampuan tersebut tentu akan berkaitan dengan praktik komunikasi dan interaksi dalam kaitannya dengan medan sosial seni. Ditengah budaya media yang makin intensif dimana siapapun sekarang adalah pembawa kabar, maka tuntutan untuk mengkomunikasikan karya adalah mutlak. Yang selanjutnya berhubungan dengan ketrampilan berinteraksi dengan berbagai bidang lain. Bahwa tidak cukup hanya karya, tetapi juga kemampuan mengemukakan konsep juga penting sebagai kriteria lain dalam penjurian ini. Bagaimana cara kami menilai karya terpilih ini tidak lepas dari pengalaman kami sehari-hari sebagai, seniman, desainer, dan akademisi, ketiga bidang itu tidak perlu dibuat jarak, namun saling berhubungan. Dengan demikian, sejumlah kriteria ditetapkan, yaitu kriteria nilai inovasi suatu karya, kriteria aspek penampilan/kemasan suatu karya, dan kriteria kemampuan verbal maupun tulisannya. Ketiganya terkait dan menentukan.”

Pameran ini akan diikuti oleh mahasiswa Kriya FSR ISI Yogyakarta serta karya Tugas Akhir pilihan. Lebih lengkapnya tentunya dinantikan kehadiran langsung anda semua sebagai penikmat karya seni dan menjadi saksi penyerahan penghargaan terbaik Kriya Art Award 2014 yang pertama kalinya diadakan dalam lingkup HMJ.

Selamat Menikmati.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *